ECONOMICS

Inflasi Oktober Tercatat 0,22 Persen, Cabai Merah Beri Andil Terbesar

Rohman Wibowo 02/11/2026 11:55 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan (mom) pada Oktober 2026.

Inflasi Oktober Tercatat 0,22 Persen, Cabai Merah Beri Andil Terbesar (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan (mom) pada Oktober 2026. 

Kenaikan tersebut mendorong tingkat inflasi tahunan mencapai 3,23 persen (yoy), dengan harga cabai merah dan cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, inflasi bulanan Oktober 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 112,56, dibandingkan dengan 112,31 pada September 2026.

"Pada Oktober 2026 terjadi inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan. Secara tahun ke tahun terjadi inflasi sebesar 3,23 persen dan secara tahun kalender terjadi inflasi 2,40 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat inflasi 0,51 persen dan andil sebesar 0,15 persen.

Sejumlah komoditas hortikultura mendominasi kenaikan harga pada kelompok tersebut. Cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,13 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,05 persen dan tomat sebesar 0,04 persen.

Selain itu, kenaikan harga sawi hijau, labu siam, dan sawi putih masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 0,51 persen dan andil 0,15 persen," tutur Ateng.

Di luar kelompok pangan, tarif angkutan udara turut memberikan tekanan terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,01 persen. Sebaliknya, penurunan harga emas perhiasan menahan laju kenaikan harga melalui deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar 0,06 persen dengan andil deflasi 0,01 persen.

"Di luar makanan, komoditas yang memberi andil inflasi dominan adalah tarif angkutan udara sebesar 0,01 persen, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi 0,06 persen dengan andil deflasi 0,01 persen akibat penurunan harga emas perhiasan," ujarnya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE