Industri Percetakan Indonesia Diproyeksi Naik 3,39 Persen pada 2026
Industri percetakan Indonesia pada 2026 menunjukan pertumbuhan stabil dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39 persen
IDXChannel - Industri percetakan Indonesia pada 2026 menunjukan pertumbuhan stabil dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39 persen hingga mencapai pertumbuhan kumulatif stabil di kisaran 11,42 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri kemasan (packaging) dan label yang melonjak hingga 20 persen serta textile printing sekitar 15 persen yang didukung oleh penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM.
Tak hanya itu, masa depan pasar percetakan komersial di Indonesia diproyeksikan sangat menjanjikan, khususnya pada segmen pengemasan, periklanan, dan penerbitan. Secara global, pasar percetakan komersial diperkirakan akan mencapai nilai sebesar USD541,1 miliar pada tahun 2031, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 2,5 persen sepanjang periode 2025 hingga 2031.
Potensi pertumbuhan industri tersebut mencerminkan bahwa teknologi bukan lagi sekadar perangkat pendukung, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan produksi yang semakin beragam.
"Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri," ujar Daud D. Salim dalam konferensi pers ALLPrint Indonesia 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (24/9/2026).
Daud menilai, perubahan tersebut turut menciptakan kebutuhan sekaligus peluang bisnis baru bagi para pelaku industri. Guna mendukung terciptanya ekosistem dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri tersebut, Krista Exhibitions akan menggelar pameran ALLPrint Indonesia 2026 pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ajang pameran ini sekaligus menjadi bagian dari orkestrasi industri percetakan di Tanah Air. Bagaimana tidak, Krista Exhibitions melalui pameran ini mempertemukan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, hingga berbagai solusi untuk industri percetakan dan grafika.
Tak kurang 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara akan berpartisipasi dalam pameran ALLPrint Indonesia 2026. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan. Selama empat hari penyelenggaraan, pameran menargetkan sekitar 60.000 pengunjung.
"Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor terkait untuk mengikuti perkembangan teknologi, memperoleh referensi solusi produksi, serta membangun koneksi bisnis," kata Daud.
Pameran All Print Indonesia pada tahun ini membidik nilai transkasi lebih dari Rp100 miliar selama empat hari penyelenggaraan. Transaksi tersebut berasal dari transaksi penjualan bahan, peralatan, hingga mesin industri percetakan yang dipamerkan oleh peserta.
(kunthi fahmar sandy)