ECONOMICS

Indonesia dan China Sepakati Penguatan Kerja Sama di Sektor Pertanian

Tangguh Yudha 03/11/2026 15:26 WIB

Indonesia dan China menyepakati penguatan kerja sama di sektor pertanian, mulai dari pengembangan bawang putih, kelapa, kopi, hingga durian.

Indonesia dan China Sepakati Penguatan Kerja Sama di Sektor Pertanian (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel  - Indonesia dan China menyepakati penguatan kerja sama di sektor pertanian, mulai dari pengembangan bawang putih, kelapa, kopi, hingga durian. Kesepakatan tersebut mencakup peningkatan produksi, transfer teknologi, pengembangan komoditas unggulan, serta peluang investasi industri pengolahan di Indonesia.

Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian Republik Rakyat China, Zhang Zhu di Beijing. Kedua negara menjajaki sejumlah peluang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Amran menegaskan kerja sama tersebut harus memberikan manfaat konkret bagi sektor pertanian Indonesia. Selain menjaga kelancaran pasokan komoditas yang dibutuhkan, Indonesia juga ingin meningkatkan produksi dalam negeri dan memperbesar ekspor produk unggulan ke China.

"Kita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke China," kata Amran dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir. Kolaborasi yang diusulkan mencakup penyediaan benih, teknologi budi daya, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan klaster produksi bawang putih di Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional saat ini masih dipenuhi dari China. Melalui kerja sama ini, pemerintah ingin memperkuat kapasitas produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

"Kita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia," ujar Amran.

Selain bawang putih, pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian juga turut didorong. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.

Di bidang investasi, Amran menawarkan peluang bagi perusahaan China untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.

“Lahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” ujarnya.

Kerja sama juga diarahkan pada transfer teknologi pertanian modern. Amran mendorong kolaborasi di bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Menanggapi usulan tersebut, Zhang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. China siap memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budi daya lainnya.

"Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara," ujar Zhang.

Untuk komoditas kopi, kakao, dan kelapa sawit, Zhang menyampaikan China akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group guna membahas peluang kerja sama lebih lanjut. China juga menawarkan kolaborasi penelitian dan pemanfaatan teknologi, termasuk drone, robot pertanian, serta AI.

Selain itu, China menyatakan kesiapan mengorganisasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Amran turut mengusulkan peningkatan kerja sama perdagangan produk susu. Hal ini mengingat kebutuhan susu Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton per tahun. Ia juga mengusulkan penelitian gandum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang masih bergantung pada impor.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE