ECONOMICS

Harga Nikel Tertekan, 4 Perusahaan China Pertimbangkan Pengurangan Produksi di RI

Tim IDXChannel 20/10/2026 21:25 WIB

Empat perusahaan nikel asal China berencana membahas pengurangan produksi di Indonesia.

Harga Nikel Tertekan, 4 Perusahaan China Pertimbangkan Pengurangan Produksi di RI. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel – Empat perusahaan nikel asal China berencana membahas pengurangan produksi di Indonesia, di tengah pelemahan harga nikel yang menekan keuntungan bisnis pengolahan bahan baku baterai.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/10/2026), keempat perusahaan tersebut adalah Tsingshan Holding Group Co, GEM Co, Lygend Resources & Technology Co, dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. 

Menurut sejumlah sumber, para petinggi perusahaan akan membahas besaran pengurangan produksi di fasilitas pengolahan nikel mereka di Indonesia.

Pembahasan ini melanjutkan pertemuan pada Agustus lalu yang belum menghasilkan kesepakatan. 

Pelemahan harga nikel dan kobalt turut menekan bisnis HPAL (high-pressure acid leaching), teknologi pengolahan nikel yang menghasilkan MHP, material berbasis nikel dan kobalt untuk bahan baku baterai.

Selain pelemahan harga nikel dan kobalt, biaya produksi yang meningkat turut menekan keuntungan perusahaan. 

Harga nikel di London Metal Exchange (LME) telah turun sekitar 20 persen dari posisi tertingginya pada Mei 2026. 

Sejak Agustus, harga nikel kembali melemah, sementara harga kobalt menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.

Perusahaan China merupakan investor besar di industri nikel Indonesia, yang menyumbang lebih dari separuh produksi nikel dunia. (Reporter: Kidung Dhia Fardheena) (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE