Gedung Putih Bantah AS Akan Larang Ekspor Solar
Gedung Putih membantah laporan berita yang mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) mempersiapkan larangan ekspor solar selama 90 hari.
IDXChannel - Gedung Putih membantah laporan berita yang mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) mempersiapkan larangan ekspor solar selama 90 hari.
Rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh Politico. Langkah itu diharapkan dapat meredam lonjakan harga solar.
Banyak digunakan di sektor pertanian dan transportasi, harga bahan bakar tersebut mencetak rekor tertinggi di AS baru-baru ini.
Dilansir dari The Hill pada Kamis (24/9/2026), harga solar menembus USD6,50 per galon atau sekitar Rp30.000 per liter di AS.
Perang di Iran dan Ukraina membatasi pasokan solar global, yang kemudian memengaruhi pasar AS.
"Yang sedang dibahas adalah cara paling efisien untuk memasukkan lebih banyak solar ke AS, sembari mempertahankan aliran bensin dan bahan bakar jet di tingkat maksimum," kata Menteri Energi Chris Wright.
Menurut Wright, larangan ekspor solar tidak akan berhasil meredam harga bahan bakar tersebut, namun justru dapat meningkatkan harga bensin.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pihaknya sedang mempelajari kemungkinan larangan ekspor solar. Presiden Donald Trump juga menyatakan dukungannya terhadap opsi tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)