ECONOMICS

ESDM Siapkan Sumsel hingga Sulsel sebagai Basis Produksi Olah Batu Bara Jadi BBM

Iqbal Dwi Purnama 29/09/2026 11:58 WIB

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan fasilitas produksi untuk mengubah batu bara kalori rendah menjadi BBM.

ESDM Siapkan Sumsel hingga Sulsel sebagai Basis Produksi Olah Batu Bara Jadi BBM. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan fasilitas produksi untuk mengubah batu bara kalori rendah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Yuliot menyebut, wilayah Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan disiapkan sebagai basis produksi pengubahan batu bara menjadi BBM. Hal ini menimbang ketersediaan batu bara berkalori rendah cukup banyak tersedia di wilayah tersebut.

"Jadi ada beberapa yang di Kalimantan Timur itu sudah mulai kita dorong untuk kegiatannya itu ada juga yang di Sumatera Selatan atau daerah-daerah yang potensi batu baranya cukup besar," ujarnya saat ditemui di TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Yuliot mengatakan, sebelumnya Kementerian ESDM telah melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batu Bara menjadi Metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun per tahun dari penurunan impor BBM yang sebelumnya dilakukan. 

"Jadi untuk batu bara, kan kita sudah mulai kegiatan investasi batu bara menjadi metanol yang di Kutai Timur. Ini saya yang melakukan groundbreaking untuk kegiatan itu," katanya.

Nantinya, ujar Yuliot, batu bara tersebut akan diubah menjadi metanol. Metanol yang dihasilkan akan memasok kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.

"Jadi metanol itu kan bisa digunakan sebagai pencampuran bahan bakar minyak," ujar dia. 

Sebagai informasi, fasilitas produksi batu bara menjadi BBM yang dibangun di Kalimantan dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.

Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70-7,78 juta ton batubara berkalori 3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade.

Produksi ditargetkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, mengingat pada 2025, Indonesia masih mengimpor sebesar 1,3 juta ton metanol atau senilai Rp7,1 triliun.

(Dhera Arizona)

SHARE