ECONOMICS

Danantara Targetkan Merger KAI-INKA Beres Sebelum Januari 2027

Iqbal Dwi Purnama 29/09/2026 23:41 WIB

Penggabungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) akan rampung sebelum Januari 2027 mendatang.

Danantara Targetkan Merger KAI-INKA Beres Sebelum Januari 2027 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - COO Danantara Dony Oskaria menargetkan penggabungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) akan rampung sebelum Januari 2027 mendatang.

Aksi ini merupakan bagian dari rencana pemerintah mengonsolidasikan sejumlah perusahaan BUMN. Dony mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap sejumlah proses yang akan dijalankan untuk menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Nantinya, PT KAI akan sebagai perusahaan induk, semenara PT INKA sebagai subholding manufaktur.

"Mereka akan merger, tapi tanggalnya saya belum cek. Harusnya sebelum Januari sudah (merger)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Selasa (29/9/2026).

Dony mengatakan salah satu tujuan penggabungan kedua entitas tersebut untuk mengembangkan perusahaan BUMN di bidang manufaktur. Harapannya beban operasional sebelumnya milik PT INKA bisa berbagi dengan induk usaha nantinya, dalam hal ini PT KAI.

"Memang kedepannya kita mau menjadikan BUMN di sektor industri itu akan tumbuh dan berkembang. Karena sektor industri itu membuka lapangan pekerjaan yang banyak, salah satunya adalah INKA," tutur dia.

Dony menyebut PT INKA saat ini sendiri tengah menghadapi masalah keuangan. Sebab perseroan masih mencatatkan rugi sekitar Rp677 miliar, dan kewajiban utang mencapai Rp4,7 triliun. Harapannya penggabungan dengan PT KAI bisa membuat INKA tetap produktif tanpa beban keuangan yang tidak terlalu berat

"Jadi INKA itu juga punya problem keuangan. Karena itu, kita harus benahi. Supaya nanti INKA ke depan bisa menjadi industri transportasi publik kita," kata Dony

Ia menyebut saat ini pemerintah tengah menguatkan jaringan transportasi kereta api nasional. Oleh sebab itu, INKA perlu menggarap lebih banyak order nantinya untuk pemenuhan rangkaian kereta sejalan dengan roadmap pengembangan infrastruktur perkeretaapian nasional.

"Karena transformasi transportasi publik kita itu lebih banyak di kereta api, makanya kita dorong transformasi INKA lebih baik. Saat ini kapasitas mereka (INKA) belum cukup untuk itu (terima order)," tutur Dony.

"Nanti (INKA) kita lakukan improvement disitu, termasuk penanaman modal di situ. Karena kan mereka sebetulnya punya financial problem juga disitu. Oleh sebab itu kita benahi, supaya INKA bisa mendukung transformasi transportasi publik kita," katanya.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE