ECONOMICS

Danantara Sebut 34 Institusi Keuangan Minati Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik 

Iqbal Dwi Purnama 18/10/2026 14:35 WIB

Minat pembiayaan untuk program PSEL yang dikembangkan Danantara Indonesia mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan pendanaan.

Danantara Sebut 34 Institusi Keuangan Minati Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Minat pembiayaan untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Danantara Indonesia mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan pendanaan.
 
Hal ini tercermin dari bergabungnya 34 institusi keuangan dalam panel calon pemberi pinjaman (lenders panel) untuk mendukung pendanaan proyek tersebut.

Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, minat pembiayaan indikatif yang melampaui tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan lembaga keuangan terhadap program PSEL.

“Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

Adapun pembentukan panel bertujuan memetakan minat dan kapasitas pembiayaan setiap institusi, baik untuk keseluruhan portofolio maupun proyek individual. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penjajakan struktur pendanaan, termasuk jenis dan tenor pinjaman, fasilitas nontunai, serta alternatif pembiayaan lainnya.

Anggota panel berasal dari berbagai institusi, mulai dari bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, pengelola dana iklim, hingga lembaga pembiayaan proyek internasional. 

Panel ini juga melibatkan bank-bank besar dalam negeri, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta nasional, serta bank internasional dan bank syariah.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan, tingginya minat pembiayaan belum berarti komitmen kredit telah disetujui. 

Setiap rencana pendanaan tetap harus melalui uji tuntas (due diligence), penilaian kelayakan, dan persetujuan komite di masing-masing institusi keuangan.

“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima,” kata Pandu.

Dalam pembentukan panel, DIM dan Denera menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat keuangan dan konsultan. Proses seleksi dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.

(DESI ANGRIANI)

SHARE