ECONOMICS

APBN Siapkan Belanja Rp1.300 Triliun pada Kuartal IV-2026, Jaga Daya Tahan Ekonomi

Anggie Ariesta 20/10/2026 05:44 WIB

Pemerintah menyiapkan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026.

APBN Siapkan Belanja Rp1.300 Triliun pada Kuartal IV-2026, Jaga Daya Tahan Ekonomi. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Pemerintah menyiapkan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun, sekaligus diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik di tengah gejolak pasar global.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut setelah melaporkan pelaksanaan APBN dan kondisi perekonomian makro nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Di tengah volatilitas ekonomi global, APBN tetap diandalkan sebagai peredam kejutan (shock absorber) sekaligus instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik hingga akhir tahun.

Suahasil mengatakan, pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomi di negara-negara maju, termasuk inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi serta dinamika ekonomi di Eropa. Perkembangan tersebut menjadi perhatian untuk mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dan menentukan langkah pelaksanaan APBN pada sisa tahun ini.

“Jadi, satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan adalah bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global, impact-nya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026 ini,” ujar Suahasil usai bertemu Presiden Prabowo, Senin (19/10/2026).

Di sisi lain, Suahasil menilai indikator makroekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang baik (resilient). Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peran APBN dalam menjaga momentum kegiatan ekonomi.

Untuk memastikan anggaran terserap secara tepat sasaran hingga akhir tahun, Kementerian Keuangan terus melakukan penelaahan dan efisiensi belanja secara berkala. Namun, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti menghentikan belanja pemerintah.

“Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran karena untuk Q4 ini APBN akan belanja Rp1.300 triliun lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun,” jelas Suahasil.

Belanja pemerintah pada kuartal IV-2026 tersebut akan menopang penyelenggaraan layanan publik, memperkuat konsumsi masyarakat, serta mendukung penyaluran bantuan sosial dan bantuan pangan bagi kelompok rentan. Bantuan pangan untuk periode kuartal IV juga mulai disalurkan.

“Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4 dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan pendorong apa namanya kegiatan government expenditure di di perekonomian kita,” tambahnya.

Selain menjaga efektivitas belanja pemerintah, Kementerian Keuangan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional secara berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE