BANKING

OJK Waspadai Dampak Karhutla ke Kinerja Perbankan

Kunthi Fahmar Sandy 21/09/2026 14:23 WIB

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara luas di Kalimantan secara historis berdampak luas pada ekosistem, sosial dan ekonomi

OJK Waspadai Dampak Karhutla ke Kinerja Perbankan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara luas di Kalimantan secara historis berdampak luas pada ekosistem, sosial dan ekonomi, di antaranya dampak langsung atas kerusakan hutan dan ekosistem yang ada di dalamnya serta timbulnya kerugian aset dan penurunan aktivitas ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, beberapa sektor

ekonomi yang berpotensi terdampak atas karhutla, yaitu sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, industri, pariwisata dan ekonomi serta pendidikan.

"Dalam rangka monitoring, stress test dilakukan secara rutin, baik oleh OJK maupun oleh perbankan secara mandiri," katanya dalam jawaban tertulis Senin (21/9/2026).

Dengan demikian, OJK maupun bank dapat mengidentifikasi secara dini kondisi yang perlu menjadi perhatian serta menyiapkan mitigasi risiko yang tepat dan terukur, termasuk antisipasi

dampaknya baik terhadap permodalan maupun likuiditas perbankan. 

Dia memaparkan, hasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menyerap potensi risiko yang disebabkan oleh bencana alam. 

Namun demikian, OJK tetap mencermati perkembangan karhutla, terutama pada bank yang memiliki eksposur signifikan pada sektor dan wilayah terdampak, serta mendorong bank untuk melakukan pemantauan dan pengelolaan risiko secara prudent.

"OJK juga senantiasa secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, termasuk yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka memperkuat monitoring dan bauran kebijakan, serta memastikan langkah-langkah yang diperlukan dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara sehat dan berkelanjutan," kata dia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE