Dinilai Cocok Pemula, Mendag Ajak Generasi Muda Memulai Usaha dengan Bisnis Waralaba
Model bisnis ini dinilai dapat memudahkan pengusaha pemula karena memiliki sistem operasional yang telah tersedia dan siap di jalankan.
IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mendorong generasi muda untuk memulai usaha melalui bisnis waralaba. Model bisnis ini dinilai dapat memudahkan pengusaha pemula karena memiliki sistem operasional yang telah tersedia dan siap di jalankan.
Menurut menteri yang akrab disapa Busan tersebut, waralaba juga menjadi peluang untuk mengembangkan produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas pasar bisnis Indonesia hingga ke tingkat internasional.
“Model bisnis waralaba dapat membantu pemula untuk belajar mengelola usaha melalui alur bisnis yang telah teruji. Generasi muda yang ingin memulai usaha dapat memilih bisnis waralaba karena sistem bisnisnya sudah tersedia dan tinggal dijalankan,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Mendag menilai, Indonesia memiliki banyak produk lokal yang berpotensi dikembangkan melalui skema waralaba. Sejumlah usaha kuliner, mulai dari bakso hingga soto, telah menggunakan model bisnis tersebut.
Untuk itu, promosi waralaba lokal perlu terus diperkuat agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan merek asing. Pengembangan bisnis waralaba juga dinilai tidak perlu terbatas pada pasar domestik, tetapi dapat diperluas ke pasar internasional.
Selain mendorong ekspansi waralaba, Mendag Busan mengajak pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program fasilitasi ekspor dari Kemendag.
Salah satunya melalui penjajakan bisnis (business matching), yang memungkinkan pelaku usaha mempresentasikan produk kepada perwadag untuk dibantu menemukan calon pembeli di pasar internasional.
Sepanjang 2025, Kemendag menyelenggarakan 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 134,87 juta. Pada periode Januari-Agustus 2026, jumlahnya meningkat menjadi 711 sesi dengan nilai transaksi mencapai USD 346,99 juta.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit mengatakan, keberhasilan industri waralaba tidak hanya diukur dari pertumbuhan jumlah merek atau gerai, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, dan memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok.
WALI, lanjutnya, siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk membangun ekosistem waralaba nasional yang sehat, profesional, transparan, dan berdaya saing.
“WALI siap untuk terus menjadi mitra strategis dan konstruktif bagi pemerintah dalam membangun ekosistem waralaba nasional yang sehat, profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi. Waralaba tumbuh karena adanya kepercayaan yang diwujudkan melalui sistem yang baik, keterbukaan, kepastian hukum, dan komitmen untuk tumbuh bersama,” ujar Levita.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Juan Permata Adoe menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar ekspor.
Juan mengapresiasi peran Kemendag dalam membuka peluang perdagangan internasional, termasuk melalui perundingan perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA).
“Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar ekonomi dan bisnis Indonesia dapat naik kelas. Tidak hanya UMKM yang naik kelas, tetapi juga dunia usaha secara keseluruhan sehingga mampu bersaing di tingkat global,” ujar Juan.
(NIA DEVIYANA)