BANKING

BI Dorong Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal di Tengah Ketidakpastian Global

Tangguh Yudha 18/10/2026 18:03 WIB

Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui transaksi mata uang lokal di tengah ketidakpastian global.

BI Dorong Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal di Tengah Ketidakpastian Global (Foto: dok BI)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mendorong perluasan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan dan investasi internasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui transaksi mata uang lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Hal tersebut disampaikan Destry dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, termasuk pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG), yang berlangsung pada 12-18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand.

Menurut Destry, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga sekaligus menekan risiko akibat fluktuasi nilai tukar global. 

Perluasan LCT diharapkan membuat transaksi internasional lebih efisien dan meningkatkan ketahanan ekonomi kawasan terhadap tekanan eksternal.

Selain mendorong transaksi mata uang lokal, BI menekankan pentingnya pengembangan sistem keuangan digital yang inovatif dan tepercaya untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara.

Destry mengatakan BI mendukung peta jalan G20 untuk memperbaiki sistem pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses.

"Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan," tutur Destry, Minggu (18/10/2026).

Sejalan dengan upaya tersebut, BI terus mengembangkan pembayaran QR lintas negara dan memperluas penggunaan mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung perdagangan internasional, serta memperluas inklusi keuangan.

Di dalam negeri, BI juga mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), terutama di kalangan generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemanfaatan QRIS diharapkan membantu UMKM membangun rekam jejak transaksi digital yang dapat menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan dalam menilai kelayakan akses pembiayaan formal.

(DESI ANGRIANI)

SHARE